Sabtu, 02 September 2017

Ketika Siti Khadijah Minta Sorban Nabi Sebagai Kain Kafan

Ketika Siti Khadijah Minta Sorban Nabi Sebagai Kain Kafan

Dalam kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani disebutkan, istri Rasulullah Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW, “Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.”
Rasulullah menjawab, “Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung da’wah Islam sepenuhnya”.
Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.”
Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit membawa lima kain kafan. Rasulullah bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”
“Kafan ini untuk Khadijah, engkau ya Rasulullah, Fatimah, Ali dan Hasan.”, jawab Jibril.
Jibril berhenti dan menangis. Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan.”
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Maha Mengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kamu hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini darimu. Permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?”
“Ya Allah, ya Ilahi rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
Tiba-tiba Ali berkata, “Aku, Ya Rasulullah!”
Peristiwa wafatnya Khadijah itu sangat menusuk jiwa Rasulullah . Alangkah sedih dan pedih perasaan Rasulullah ditinggal dua orang sangat dicintai dan mendukung perjuangannya menegakkan Islam.
Semoga bermanfaat
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah  Azzahra dan berbisik, “Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku”
Sumber: dutaislam.com


Jumat, 01 September 2017

Ceramah KH Zainuddin Mz Teman Iblis dari Dunia Sampai Akhirat

Ceramah  KH Zainuddin Mz Teman Iblis dari Dunia Sampai Akhirat

Bahwa Alloh SWT. Menciptakan manusia dan jin untuk melaksanakan ibadah kepadaNya. Manusia yang ingkar terhadap perintah ini dinamakan kafir, sedangkan jin yang mengingkari ini dinamakan setan.

    Adapun yang namanya Iblis pada hakekatnya cuma satu saja, yaitu yang ingkar pada printah Alloh untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Iblis inilah yang kemudian menjadi sesepuh,raja, atau dedengkotnya para setan. Seluruhnya akan tunduk kepda komando iblis, akan taat dan setia kepada perintah iblis untuk mencari teman sebanyak-banyaknya guna menemani mereka di neraka nanti. Maka merekapau melakukan suatu proklamasi yang kita bisa baca dalam QS. Al-A'raf ayat 16 dan 17. Bahwa iblis dengan tegas mengatakan:



قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Artinya: "Wahai Allah, "Dari sebab Engkau telah menghukum saya tersesat, saya akan benar-benar ( menghalang-halangi ) dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).(QS. Al-A'raf : 16-17)

   Adapun Iblis dan setan sudah mnyadari betul, bahwa iblis dan setan tempatnya di akhirat nanti jelas neraka, itu sudah di sadari betul. Maka yang mereka lakukan sekarang bagai mana mencari teman sebanyak-banyaknya untuk menemani mereka di neraka nanti. Mereka berusaha dengan segala macam cara mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya, kalau mereka sendiri sudah tahu pasti sadar,nasib saya di akhirat nanti pasti masuk neraka di azab dan di siksa oleh Alloh, cuma saya begini lantaran ulah nabi adam dulu, maka anak-anak cucu Nabi Adam harus menjadi teman-teman saya sebanyak-banyaknya guna menemani saya di dalam neraka.

Diriwayatkan dari wahab bin munabbih, Bahwa pada suatu hari Iblis di perintahkan oleh Alloh untuk datang kepada Baginda Rosulullah SAW. Dan menjwab pertanyaan yang di ajukan oleh Baginda Nabi. Datang Iblis dengan bentuk orang tua dengan memakai tongkat (jadi iblis bisa malik malih ia termasuk jenis mahluk halus, seperti halnya jin dan malaikat, itu bisa malih warna sesui yang di kehendakinya).
Ketika datang Baginda Nabi bertanya, "Siapa kamu?"
Dia jawab "saya Iblis"(jujur)
"Mau apa kamu datang kemari?" kata baginda Nabi
Di jawab oleh Iblis "Alloh memerintahkan saya untuk datang kepadamu dan menjawab segala pertanyaan yang Engkau ajukan kepada saya".
Atas penyataan ini Baginda Nabi kemudian bertanya "Ada berapa sih teman-temanmu dari golongan umatku" (umat Islam), "siapa saja yang jadi teman-teman kamu iblis, menjadi antekmu, menjadi alatmu sejak dari dunia sampai ke neraka nanti".
Atas pertanyaan ini Iblis menjawab "Teman-teman saya dari golongan umatmu ya Muhammad ada 10 Orang".

Ada sepuluh Orang yang merupakan teman-teman Iblis dari dunia sampai ke neraka, "siapa mereka?"
1. Hakim yang curang, hakim yang tidak adil.
2. Orang kaya yang sombong.
3. Pedagang yang berhianat, baik sesama dengan pedagangnya, atau kepada para pembelinya.
4. Orang yang minum arak, pemabuk, bahkan di vonis tidak beriman Orang yang pada saat meninggal dunia didalam perutnya itu masih ada minuman yang memabukan.
5. Pemfitnah, tukang-tukang fitnah. Fitnah lebih bahaya dari pembunuhan,
6. Orang yang riya. Beramal cuma ingin di puji orang,ingin dilihat orang, tidak ada ikhlas.
7. Orang yang memakan harta anak yatim.
8. Orang yang mengangap ringan sholat.
9. Orang yang nggan membayar zakat.
10. Orang yang terlalu panjang angn-angan. penghitung bintang dilangit. Tidak mau berbuta cuma angan-angan kelewat panjang.

    Sobat, kalau kita sudah tahu itulah teman-teman setan, teman-teman iblis, mari kita berusaha jangan termasuk kedalam salah satu dari sepuluh orang yang menjadi teman iblis.

   Cara untuk mengatasinya bagai mana? Imam Al Ghazali memberikan tuntunan,
- Pertama untuk mengatasi perangkap setan jangan sampai kita termasuk teman setan, Ziqirulloh, banyak ingat Kepada Alloh.
- Yang Kedua, Jangan mendekati tempat maksiat.
- Yang ke tiga, mengosongkan perut (rajin puasa)
- Yang terakhir kata Imam Al Ghazali ialah Hendaknya kita selalu ingat bahwa tujuan iblis dan setan adalah menjerumuskan manusia, menyengsarakan manusia, supaya kita menjadi teman mereka di neraka nanti. Kalau ingat itu Insalloh kita bisa mengendalikan diri.

Sumber
Penulis: Nofriyaldi

SEJARAH ISLAM MONGOL, BANGSA PENGHANCUR YANG DITAKLUKAN

SEJARAH ISLAM MONGOL, BANGSA PENGHANCUR YANG DITAKLUKAN

Mongolia adalah sebuah negara di sebelah utara Cina yang berbatasan dengan wilayah Siberia Rusia, hampir 80% wilayah Mongolia adalah Gurun Gobi, yaitu sebuah bentangan tanah luas yang minim pepohonan. Pernah melihat film berjudul Babyyang salah satu adegannya juga meliput kehidupan bayi di Mongolia yang bernama Bayar, ya itulah sekilas tentang penduduk Mongolia yang rumahnya seperti tenda buat kemah.
Menurut ilmu Antropologi Mongolia termasuk ras Mongoloid, yang tersebar di Asia Timur, Asia Tenggara, Amerika, dan Kutub Utara.
Harun Yahya membuat silsilah Bangsa Mongol, menurutnya Bangsa Mongol adalah keturunan dari Maghuh bin Yafits ( anak sulung Nabi Nuh As ), yang mempunyai banyak anak salah satunya adalah Shin bin Maghuh yang menurunkan Bangsa Cina, Korea dan Jepang. Beberapa keturunan Maghuh bin Yafits menurunkan berbagai bangsa seperti bangsa Melayu ( Malaysia dan Indonesia), Indian di Amerika dan Eskimo di Kutub Utara. dan keturunan lain menurunkan bangsa Ya’juj Ma’juj yang akan keluar di akhir jaman, wah kita ternyata masih saudaraan dengan bangsa Ya’juj Ma’juj, yah.
SEJARAH MONGOLIA, BANGSA PERUSAK DAN PENGHANCUR

Mungkin tidak banyak yang tahu seperti apa Negara Mongolia yang beribukota di Ulan Bator saat ini, karena peran negara ini di kancah internasional saat ini sangatlah minim, sehingga minim pemberitaan. Namun itu sekarang, tetapi coba tengok 8 abad yang lalu tepatnya pada abad ke 13, siapa yang menyangka saat itutahun 1174 lahir seorang anak dari bangsa Mongol yang bernama Temujin. Setelah dewasa Temujin berhasil menyatukan seluruh suku-suku yang ada di Mongolia dalam satu pemerintahan yang diperintah olehnya, dia kemudian diberi gelar nama yaitu Jengis Khan pada tahun 1206. Jengis Khan tidak puas dengan itu semua, persatuan Bangsa Mongol hanyalah permulaan, tujuan utamanya adalah menguasai dunia, kemudian mulailah ekspansi besar-besaran Bangsa Mongol.



Negeri Cina yang pertama menjadi korban keserakahan Jengis Khan, seluruh daratan Cina berhasil dikuasai pasukan Mongol yang dipimpin Jengis Khan, dan menumbangkan Dinasti Songdan disempurnakan oleh cucunya Kubilai Khan tahun 1279, serta mendirikan Dinasti Yuan tahun itu juga. Pasukan Mongol bergerak ke arah timur menaklukan Manchuria ( Semenanjung Korea ), lalu Jepang. Kemudian bergerak ke arah selatan menaklukan kerajaan Yunan, Myanmar, dan terus melaju ke selatan menyerang langsung pusat Kerajaan Singasari di Jawa Timur, namun hanya sebentar, karena Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Mongol                                                                                ( Tartar ) dari Nusantara.
  Di bawah kepemimpinan Hulaku Khan, pasukan Mongol bergerak ke arah barat, membantai rakyat negeri-negeri yang dilewatinya, terus menguasai India, Afganistan, dan bergerak terus mengalahkan Kesultanan Khurasan, dan Persia. Kaum muslim yang saat itu sedang dalam keadaan terpecah belah akibat tidak tunduk sepenuhnya pada Pemerintahan Khilafah Islam di Baghdad, tidak mampu membendung serangan bangsa Mongol yang sangat bengis. Bahkan penduduk kota Herat di Afganistan hanya tersisa sembilan orang saja yang berhasil bertahan hidup, seperti yang dituturkan oleh sejarahwan Mike Edward di National Geographic.

Menguasai Baghdad
Tahun 1258, Hulako Khan berhasil menumbangkan pemerintahan Khilafah Bani Abasiyah di Baghdad, membantai jutaan kaum muslim di sana, hanya beberapa saja yang selamat dari kekejaman tantara Barbar Mongol ( Tar tar), selain menghancurkan kota Baghdad, tentara Mongol juga membakar dan membuang buku-buku ilmu pengetahuan yang berada di perpustakaan Baghdad, saat itu banyak koleksi berharga ilmu pengetahuan hilang begitu saja. Serangan Bangsa Mongol digambarkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai kengerian yang luar biasa, dan sulit diterima akal sehat. Ibnu Taimiyah adalah salah seorang yang selamat dari serangan tentara Mongol, beliau dan keluarganya berhasil melarikan diri ke Mesir.


Pasukan Mongol terus bergerak ke arah Palestina, namun dihadang oleh tentara Mamluk dari Bani Mamalik yang dipimpin Muzafar Al Qutus di Ain Jalut, bersama Ibnu Taimiyah, Al Qutus berhasil menghadang dan menggagalkan serangan Mongol ke Palestina dan Mesir.


Pasukan Mongol terus bergerak ke arah Palestina, namun dihadang oleh tentara Mamluk dari Bani Mamalik yang dipimpin Muzafar Al Qutus di Ain Jalut, bersama Ibnu Taimiyah, Al Qutus berhasil menghadang dan menggagalkan serangan Mongol ke Palestina dan Mesir.
Pasukan Mongol berhenti menyerang kaum muslim setelah kalah telak di Ain Jalut. Namun di sisi lain arah tenggara mereka terus melakukan serangan ke Eropa, mengalahkan kerajaan Rusia, terus bergerak menguasai Eropa Timur, mengalahkan bangsa Viking di Swedia, tentara-tentara Eropa tumbang setelah kalah melawan tentara kuda Mongol yang                                                                    lebih pendek dan kecil namun sangat gesit, sehingga seluruh                                                                       Eropa Timur dikuasai Mongol

 MASUK ISLAM
Yah itu semua memang adalah kehebatan bangsa Mongol, mereka mampu hampir saja menguasai dunia, dengan kehebatan militernya yang luar biasa. Setelah berhasil menguasai hampir seluruh benua Asia dan sebagian Eropa, gerakan tentara Bangsa Mongol mulai mengendur.



Terlepas dari kemampuan militernya yang hebat, Mongol tidak menonjol secara kebudayaan. Walaupun para pemimpin Mongol mengundang para ahli ke pusat pemerintahannya untuk membangun negeri itu, tetapi bangsa Mongol sendiri tidak tampil sebagai ilmuwan, sastrawan, atau arsitek. Mereka tetap memainkan peran yang sama sebagaimana sebelumnya, yaitu sebagai tentara dan penunggang kuda yang tangguh. Kekosongan di lapangan peradaban otomatis diisi oleh bangsa-bangsa lainnya, dan kaum Muslimin memiliki peranan yang besar dalam hal ini.


Kemudian mulailah para pimpinan Bangsa Mongol di daerah-daerah yang ditaklukan seperti di timur tengah masuk Islam, dan pada akhirnya mayoritas pasukan Mongol yang menguasai daerah di timur tengah pun masuk Islam. Mereka kagum dengan budaya mulia Islam, dengan ilmu pengetahuannya, dengan sistem hukumnya, ekonominya serta Ideologinya yang sangat maju. Para pemimpin inilah yang akhirnya melepaskan diri dari kekuasaan Imperium Mongol dan justru tunduk pada kekuasaan Khilafah Islam di Mesir. Para penguasa daerah taklukan Mongol akhirnya mendirikan Kesultanan Mongol seperti di India, dan Turki.

IMPERIUM MONGOL AKHIRNYA TUMBANG
Setelah para pasukan dan pimpinan Mongol di timur tengah masuk Islam, maka akhirnya kekuatan Imperium Mongol pun rontok satu per satu. Kekuasaan Mongol di Eropa berhasil direbut kembali oleh bangsa-bangsa Eropa karena tidak ada dukungan dari Timur Tengah, sedangkan di Timur Tengah para penguasa Mongol melepaskan diri dari Imperium Mongol karena tunduk pada Islam. Dan puncaknya adalah kekuatan terakhir Imperium Mongol yaitu Dinasti Yuan di Cina, dikudeta oleh kaum muslim dan rakyat Cina.


Akhirnya Dinasti Yuan pun tumbang pada tahun 1358 setelah menguasai Cina selama 89 tahun ( 1279-1558 ) dan berdirilah Dinasti Ming, dan saat itu juga ekonomi dan politik Cina dikuasai kaum Muslim, dan Islam mewarnai segala aspek kehidupan di Cina, menurut catatan sejarah ada banyak Kaisar Dinasti Ming yang Muslim, ada juga yang menyebutkan semua Kaisar Dinasti Ming adalah Muslim, dan ada Juga yang menyebut bahwa kata Ming terinspirasi kata Madinah Al Munawarah, yang artinya adalah Kejayaan dan kegemilangan.

 KESIMPULAN
Memang secara Militer Bangsa Mongol saat itu unggul dan luar biasa, serta memperoleh kemenangan yang berturut turut sepanjang perjalanannya menaklukan negeri-negeri yang dilewatinya.

Namun secara Ideologi, bangsa Mongol bukanlah apa-apa, mereka justru kalah ketika menghadapi Ideologi Islam yang saat itu diterapkan secara Kaffah oleh negara Khilafah Islam, bangsa Mongol harus menerima kenyataan bahwa disamping kehebatan tentaranya mereka tidak lebih dari sebuah bangsa primitif yang tidak mempunyai Ideologi dan Ilmu Pengetahuan yang hebat, yang justru mereka butuhkan untuk bekal berkuasa.


Masjid Di Mongolia


Akhirnya mereka harus menerima kenyataan yaitu menyerah kalah pada serbuan Islam secara pemikiran, dan akhirnya mereka masuk Islam dengan sukarela dan senang hati.
Jadi jika kesimpulan di atas dihubungkan dengan kenyataan umat Islam saat ini adalah, bahwa umat Islam sebenarnya sangat banyak dan sangat kuat secara militer. Namun Umat Islam kalah secara Ideologi, karena Ideologi Islam yaitu Syariat Islam tidak ditegakkan, dan Institusi Negara Khilafah Islam yang akan mempersatukan kaum Muslim seluruh dunia tidak ada. Sehingga dengan sendirinya banyak kaum muslim yang membebek pada gaya hidup dan ideologi Kafir barat.



INTINYA JIKA UMAT ISLAM MAU MENANG MAKA SYARIAT ISLAM DAN KHILAFAH HARUS TEGAK.

 Sumber
Nofriyaldi

 





 



Cerita tentang kisah dajal, yakjud makjud dan turunnya nabi isa

Cerita tentang kisah dajal, yakjud makjud dan turunnya nabi isa

Dari Nawas bin Sam’an, dia berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai Dajal. Kadang-kadang beliau merendahkan suaranya, kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam sekelompok lebah. Pada petang hari, kami mendatangi beliau dan beliau sudah mengetahui persoalan kami.

Beliau bertanya, ‘Apa kabar kalian?’ Kami menjawab, ‘Wahai Rasulullah, tadi pagi Anda berbicara mengenai Dajjal. Kadang-kadang Anda merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami seolah-olah berada dalam sekerumunan lebah.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan Dajjal yang mengkhawatirkanku terhadap kalian semua. Jika ia muncul dan aku masih berada di antara kamu, tentu aku akan membelamu atasnya. Dan jika ia muncul, sedangkan aku sudah tidak ada di sampingmu, maka setiap manusia akan menjadi pembela atas dirinya sendiri, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikanku menjadi pembela atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda berambut keriting, matanya picek dan aku lebih cenderung mengumpamakannya seperti Abdul Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kamu yang bertemu dengannya, bacakan kepadanya permulaan surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat sunyi antara Syam dan Iraq, lalu dia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah, karena itu teguhkan pendirianmu!’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ’40 hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang.’
Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, ketika sehari seperti setahun, cukuplah bagi kami kalau shalat hanya sehari?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berapa kecepatan berjalan di bumi?’ Beliau menjawab, ‘Seperti hujan ditiup angin.’ Dia mendatangi suatu kaum, maka diajaknya kaum itu supaya beriman kepadanya, lalu mereka beriman dan mematuhi segala perintahnya. Dia memerintahkan langit supaya hujan, maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan di muka bumi. Bila hari telah petang, ternak mereka pulang ke kandang dalam keadaan lebih gemuk dan dengan susu yang lebih besar karena cukup makan.

Kemudian dia mendatangi kaum yang lain dan mengajak mereka supaya beriman kepadanya, tetapi mereka menolak ajakannya. Maka dia berlalu dari mereka. Besok pagi negeri mereka akan kering kerontang dan kekayaan mereka habis ludes. Kemudian dia lewat di suatu negeri yang telah rusak binasa. Dia berkata, ‘Keluarkan perbendaharaanmu!’ Maka keluarlah seluruh kekayaan negeri itu dan pergi mengikuti Dajjal seperti pemimpin lebah diikuti rakyatnya.
Kemudian dia memanggil seorang remaja muda. Dia (Dajjal, ed) lalu memukulnya dengan pedang sehingga anak muda itu terbelah dua dan belahannya terlempar sejauh anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Dajjal memanggil tubuh yang telah terbelah itu kembali, kemudian dia datang seutuhnya dan dengan wajah berseri-seri sambil tertawa.

Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak. Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan Isa Al-Masih Ibnu Maryam. Dia diturunkan Allah dekat menara putih di sebelah timur Damaskus, memakai dua pakaian berwarna, berpegang pada sayap dua malaikat. Apabila menundukkan kepala, hujan pun turun, dan apabila ia menengadahkan kepala, berjatuhan darinya biji-biji perak bagaikan mutiara.

Setiap orang kafir yang mencium baunya langsung mati. Bau napasnya tercium sejauh mata memandang. Maka dicarinya Dajjal dan bertemu olehnya di pintu gerbang kota Lud (sebuah kota dekat Baitul Maqdis), lalu dia membunuh Dajjal. Kemudian Isa bin Maryam mendatangi kaum yang dipelihara Allah dari kejahatan Dajjal. Maka dia mengusap wajah mereka dan mengabarkan kepada mereka tentang kedudukannya di surga. Pada saat seperti itu, Allah mewahyukan kepada Isa, ‘Sungguh, Aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak terkalahkan oleh siapa pun. Karena itu, selamatkanlah hamba-hamba-Ku (yang shalih) ke bukit Thur.’
Lalu, Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka turun melandai dari tampat yang tinggi. Gelombang pertama melewati Danau Thabariyah, lalu mereka meminum habis air telaga tersebut. Kemudian, lewat pula rombongan yang lain. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya dahulu di sini ada air.’ Kemudian Nabi Isa dan para sahabat beliau terkepung sehingga sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada seratus dinar bagi seseorang pada hari itu (karena kekurangan makanan).

Nabi Isa bin Maryam dan para sahabatnya berdoa, kemudian Allah mengirim kepada mereka penyakit hidung seperti yang menimpa hewan-hewan, sehingga pagi harinya mereka semua mati.

Kemudian, Nabi Isa dan para sahabatnya turun ke bumi. Tetapi tidak sejengkal tanah pun didapatinya melainkan penuh dengan bangkai-bangkai busuk. Kemudian, Nabiyullah Isa dan para sahabatnya berdoa, semoga Allah berkenan menyingkirkan bangkai-bangkai busuk itu.

Maka, Allah mengutus burung-burung sebesar unta yang mengangkat bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga bersihlah bumi dari rumah tanah liat dan rumah-rumah bulu. Sehingga, bumi kelihatan bersih seperti kaca.

Kemudian Allah memerintahkan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah tumbuh-tumbuhanmu dan kembalikan keberkatanmu!’ Seketika itu, sekelompok keluarga kenyang memakan sebuah delima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka sangat berkah, sehingga susu seekor unta cukup untuk orang sekampung, susu seekor sapi cukup untuk orang sekabilah, susu seekor biri-biri cukup untuk sekelompok keluarga dekat.
Ketika mereka sedang berada dalam keridhaan Allah yang demikian, tiba-tiba Allah mengirim angin sejuk lewat ketiak mereka, maka tercabutlah ruh setiap orang mukmin dan orang muslim. Maka, tinggallah orang-orang jahat belaka, mereka bercampur-baur seperti keledai. Maka, ketika itu terjadilah kiamat.”

Sumber: ht*ps://zulfakar845.wordpress.com
Penulis: Nofriyaldi
Untukmu yang Pernah Aku Perjuangkan dan Akhirnya Disia-siakan

Cerita cinta memang tak selalu berakhir seperti yang kita bayangkan, banyak sekali mimpi-mimpi yang telah
“kita” bangun menjadi debu yang hilang begitu saja terbawa angin. Apakah kamu hanya datang cuman dengan kepetinganmu saja, mendekati dan cuman memanfaatkanku saja, setelah usai urusanmu kamu pergi begitu saja.

Sebelum waktu membawa mu pergi jauh aku ingin tau rinci hati mu untuk ku

Sekian ratus hari yang telah kita lewati tak pelak membuat hati mu tetap untuk ku, meski dulu semua terasa sangat indah sampai-sampai bibir ku kaku karena selalu tersenyum lebar mengingat mu,kini waktu seakan melaju membawa setiap inci kenangan, meninggalkan luka menganga di hati ku, iya…. kamu adalah wanita kedua yang sangat aku sayangi pergi membawa hati mu kembali, untuk cowok yang indah dipandangan mu, meski begitu aku hanya mengajukan satu pertanyaan “ apa kau benar- benar akan pergi dengan cara seperti ini?”,pertanyaan itu terus saja menari-nari di otak ku aku hanya ingin tau bagaimana perasaan mu ketika memutuskan untuk berjalan bertatapan punggung dengan ku.

Tidak kah kau tau, sakit yang terasa ketika akar yang sudah sangat kuat di cabut paksa begitu saja?

 sedikit kealpaan ku menjadi bom untuk mu meledak seketika di depan ku, kemarahan karena keinginan pergi membuat mu menjadi garang yang membuat aku ingin memekik dan berlari ke arah manapun yang tak ada bayang-bayang mu,tidak kah kamu tau betapa sakit yang aku rasakan ketika kamu memaksa pergi dari ku ketika aku belum bersiap-siap untuk itu, kau menghentakkan keluar dengan sangat keras akar yang telah ternanam kuat, tanah yang tak berdaya hanya bisa pasrah dan melebur seketika. Aku hanya ingin mengatakan aku begitu sakit ketika kau memaksakan diri ku untuk menerima semua keinginan mu.

Karena ketulusan yang ada aku merasa “KITA” pantas untuk aku perjuangkan

Waktu yang melaju dengan kecepatan 200 kg/jam membuat semua benar-benar terasa sangat cepat berlalu, “kita” yang dulu pernah tertawa bersama menjadi aku dan kamu yang tak saling menyapa lagi, tetapi aku masih ingin memperjuangkan “kita” untuk kita, waktu yang lebih dari 150 hari kita lewati tak ingin ku buang begitu saja,tak ingin aku kenangan itu menjadi debu yang terbawa angin begitu saja, aku masih ingin memaafkan mu, menerima mu, kita hanya perlu mengulang semua dari awal, apakah itu sulit???, yap ..untuk mu itu sangat sulit dan tak akan pernah terjadi, hanya saja aku ingin menyampaikan keinginan hati ku.. perjuangan ku mungkin saja tak bisa terlihat kasat mata oleh mu, atau pun orang lain, perjuangan ku seperti aku berkelahi dengan batin ku, memaksa batin untuk bisa menerima mu lagi dan menganggap semua kesalahan mu angin lalu.

Lebih dari 270 hari setelah perpisahan itu aku masih menunggu dan membuka tangan ku untuk menyambut mu kembali

Setelah kau memutuskan untuk pergi aku masih ingin menunggu mu, tanpa menghiraukan batin ku yang sebenarnya tak ingin menunggu mu lagi karena kesalahan yang telah kau torehkan dan membuat luka menganga di hati ku, hanya saja aku masih ingin untuk menunggu mu kembali, ribuan doa yang telah aku sampaikan kepada pencipta ku, berharap hati mu akan terbuka lagi untuk ku, dan berbalik badan sembari berjalan datang untuk memeluk ku lagi, hari demi hari pun terasa seperti abu-abu, waktu yang ku inginkan untuk berbahagia dengan sahabat atau pun keluarga menjadi waktu yang selalu memenung dan menitik kan air mata, meski terasa sangat lama aku hanya ingin tau akan kah waktu itu datang kembali?

Bukankah yang namanya pembalasan alam itu berlaku?

Bukankah pembalasan alam atau Karma itu berlaku bagi mereka yang menyakiti seseorang yang tulus?, aku tak berharap itupun berlaku untuk mu hanya saja jika alam ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini, toh itu bukan keinginan ku atau pun doa ku, hanya saja jangan lagi untuk yang kesekian kalinnya kamu mengulangi kesalahan yang sama pada kaum Adam yang lain, meski kami berbeda tapi hati kami masih sama rapuhnya, meski begitu aku masih tetap ingin mendoa kan mu.
“semoga kamu yang disana menyadari setiap ketulusan seseorang dan tak pernah mempermainkan nya, dan semoga kamu selalu bahagia “

Nofriyaldi